UMR

Upah minimum 2026 vs biaya hidup di 514 kabupaten/kota

Metode · edisi 2026.1

Cara angka di peta dihitung

Setiap daerah diberi satu angka: cakupan, yaitu pendapatan yang diterima dibagi estimasi biaya hidup sebulan. Warna peta hanya membaca angka itu. Halaman ini menjelaskan dari mana pendapatan dan biaya itu datang, termasuk bagian yang masih berupa tebakan terdidik.

1. Rumus

Cakupan = pendapatan diterima ÷ biaya hidup bulanan

Sisa (atau kurang) = pendapatan diterima − biaya hidup bulanan

PitaCakupanArtinya
Longgar≥ 120%Biaya tertutup dan sisanya seperlima biaya atau lebih
Pas100–119%Biaya tertutup, sisa tipis
Mepet80–99%Kurang, sampai seperlima biaya
Kurang< 80%Kurang lebih dari seperlima biaya

Ambang ini konstanta di kode. Ambang tidak disetel supaya peta tampak lebih hijau atau lebih merah.

2. Pendapatan: upah minimum 2026

Upah minimum 2026 ditetapkan lewat SK gubernur masing-masing provinsi dengan formula PP No. 49 Tahun 2025, dan berlaku sejak 1 Januari 2026. Dari 514 kabupaten/kota, … menetapkan UMK sendiri. Sisanya, … daerah, memakai UMP provinsinya. Struk setiap daerah menyebut mana yang dipakai. Upah terendah …, tertinggi …, mediannya ….

Angka UMK dikumpulkan dari rangkuman berita yang mengutip SK gubernur, lalu dicocokkan silang dengan sumber kedua bila ada selisih. Sumber per provinsi:

Di mode Gajiku, angka itu diganti gajimu sendiri. Di mode Upah kotaku, upah satu daerah asal dibawa ke semua daerah, tetapi biayanya tetap biaya daerah tujuan. Mode ini menjawab pertanyaan seperti "bergaji UMP Jakarta tapi tinggal di Jogja, sisa berapa?".

Bila pasangan ikut bekerja, pendapatan ditambah satu upah minimum daerah tempat tinggal.

3. Gaji bersih

Secara bawaan, hitungan memakai gaji yang benar-benar diterima, setelah dua jenis potongan:

Pemotongan bulanan dengan tarif efektif rata-rata (TER) bisa berbeda per bulan, tetapi totalnya setahun sama. Pada upah minimum, PPh 21 umumnya nol karena masih di bawah PTKP.

4. Biaya hidup

Biaya hidup adalah model, bukan survei langsung di tiap kota. Model ini dibangun dalam dua langkah.

Langkah 1: keranjang acuan

Keranjang acuan adalah kebutuhan satu orang lajang dengan gaya hidup standar, tinggal di kos, naik motor, dan menyisihkan tabungan, di daerah yang harganya sama dengan rata-rata nasional:

Elastisitas menyatakan seberapa kuat kategori itu mengikuti harga lokal. Sewa hunian (1,5) lebih peka daripada harga barang. Pulsa (0) berharga sama di seluruh negeri. Listrik dan BBM (0,3–0,4) sebagian besar bertarif nasional.

Langkah 2: indeks harga daerah

Tiap kategori dikalikan indeks harga daerah, yaitu garis kemiskinan daerah itu dibagi garis kemiskinan nasional (Rp609.160 per kapita per bulan, Maret 2025), dipangkatkan elastisitasnya:

biaya kategori = acuan × (GK daerah ÷ GK nasional)elastisitas × pengali profil

Garis kemiskinan dipilih karena BPS menghitungnya untuk seluruh 514 daerah dari harga keranjang kebutuhan dasar setempat. Hasil Survei Biaya Hidup hanya tersedia untuk 150 kota. Indeks berkisar dari … sampai … kali rata-rata nasional.

Pengali profil

5. Seberapa yakin?

Angka di peta paling baik dibaca sebagai rentang, bukan vonis. Tabel di bawah menunjukkan jumlah daerah per pita bila asumsinya diubah. Semua baris memakai upah minimum masing-masing daerah dan dihitung langsung oleh kode yang sama dengan peta.

6. Batasan

7. Data & kode